AKATIGA

artikel
ARTIKEL DAN OPINI


UPAH BURUH & DAYA SAING
Ditulis Oleh: Rina Herawati   

Siklus tahunan isu perburuhan Indonesia terus berulang. Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap bulan Oktober-November, suhu politik perburuhan Indonesia menghangat akibat perdebatan soal upah, tepatnya soal kenaikan Upah Minimum Kabupaten/ Kota (UMK). Di Karawang, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia mengancam akan melakukan aksi mogok kerja secara massal jika upah minimum kabupaten pada 2012 tidak dinaikkan menjadi 100 persen Kebutuhan Hidup Layak yang angkanya mencapai Rp1.387.133 (sumber: http://www.antaranews.com/berita/282737/ pekerja-karawang-ancam-mogok-kerja-massal). Di  Bekasi, sekitar 1.000 orang buruh dari Gerakan Serikat Buruh Indonesia (Gesburi) berunjukrasa menuntut kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) di Kantor Bupati Bekasi, Jawa Barat, Selasa. Mereka  menuntut Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk menaikkan UMK sebesar 100 persen dari UMK tahun 2011. (sumber: http://www.antaranews.com/berita/282518/ribuan-buruh-bekasi-tuntut-kenaikan-umk) Di Kabupaten Bandung, sekitar 25 ribu buruh dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) berunjuk rasa di depan komplek Pemkab Bandung, Rabu. Mereka mendesak kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2012 sebesar 10 persen UMK 2011 Rp1.123.800 (sumber: http://www.antaranews.com/berita/282634/puluhan-ribu-buruh-penuhi-kantor-pemerintah-kabupaten-bandung). Sementara itu di Kota Bandung, Kadisnaker Kota Bandung Hibarni Andan Dewi mengimbau perusahaan untuk patuh jika UMK 2012 yang diusulkan naik 7%, nantinya disahkan.  http://bandung.detik.com/read/2011/11/ 04/165039 /1760558/486/umk-diusulkan-naik-7-persen-perusahaan-di-bandung-harus-patuh. Dengan kenaikan itu maka UMK Kota Bandung akan naik dari Rp 1.271.625 pada 2012 dari yang sebelumnya Rp 1.188.435.

selengkapnya...
 
MAGANG ATAU ‘MAGANG’?
Ditulis Oleh: Rina Herawati   

Harian Pikiran Rakyat 14/2/2011 memberitakan bahwa pada tahun 2011, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengintensifkan program pemagangan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) di berbagai perusahan dalam dan luar negeri. Hal ini dimaksudkan untuk melatih calon tenaga kerja agar memiliki keahlian dan ketrampilan yang matang sehingga mudah terserap di dunia kerja. Untuk mendukung program ini maka Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar menyatakan akan mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, bahkan (pemerintah pusat akan mengeluarkan) Peraturan Pemerintah untuk mengatur program ini.

 

selengkapnya...
 
Menyejahterakan Buruh
Ditulis Oleh: Rina Herawati   

Pikiran Rakyat (2 Mei 2011)   -   Menyambut peringatan Hari Buruh Sedunia 1 Mei tahun ini, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, sebagian buruh di Jawa Barat merayakannya dengan turun ke jalan membawa berbagai tuntutan. Tema utama yang diusung tahun ini adalah masalah SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional) dan outsourcing tenaga kerja (buruh yang dipekerjakan melalui penyedia jasa pekerja/ buruh). Tulisan ini hendak membahas tema kedua, dikaitkan dengan situasi ketenagakerjaan di Jawa Barat saat ini.

selengkapnya...
 
KEBIJAKAN KETENAGAKERJAAN YANG MEMISKINKAN
Ditulis Oleh: Indrasari Tjandraningsih   

Indrasari Tjandraningsih - Peneliti Perburuhan AKATIGA

Persoalan kemiskinan di Negara ini semakin merisaukan. Masalah kemiskinan yang terus meluas di kalangan yang memang sudah miskin: buruh, petani, nelayan, pelaku sector informal, semakin kasat mata.  Upah dan pendapatan kelompok marjinal ini semakin rendah dan semakin tak mampu mengejar lonjakan kenaikan harga-harga barang kebutuhan pokok.

Salah satu kelompok yang sedang menghadapi pemiskinan adalah buruh di sector industri manufaktur. Apabila ditelusuri lebih  ke hulu, kemiskinan buruh di sector industri sesungguhnya merupakan hasil dari kebijakan pemerintah  untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif sebagai upaya untuk mengundang sebanyak mungkin investor (asing). Ada dua strategi dasar yang dilakukan pemerintah untuk mendukung kebijakan tersebut yakni  pertama menjalankan kembali politik upah murah dan kedua menerapkan prinsip-prinsip liberal, fleksibel dan terdesentralisasi dalam urusan ketenagakerjaan. Kedua strategi tersebut secara sistematis telah memiskinkan buruh.

selengkapnya...
 
ETIKA PENULISAN KARYA ILMIAH
Ditulis Oleh: Satjipto Rahardjo   

etika

 Dalam komunitas keilmuan dikenal maksim “Publish or Perish”. Maksim yang berbunyi demikian itu, memicu dan memacu para akademisien untuk menghasilkan karya ilmiah. Seorang ilmuwan akan diakui kehadirannya melalui tulisan-tulisan. Mereka adalah orang-orang yang “berpikir-dengan-tanganya”. Menulis sebuah karya ilmiah merupakan suatu genre tulisan tersendiri yang berbeda dari menulis puisi, novel, cerpen atau karya-karya yang lain. Karya karya tersebut berbeda dalam format penulisan, dalam hal ini format penulisan ilmiah. Oleh karena itu para penulis karya ilmiah barang tentu perlu memiliki pengertian tentang format tersebut bagaimanapun sederhananya.

Buku yang ditulis oleh sdr. Gunawan Wiradi ini menambah informasi dan wawasan bagi kita tentang seluk-beluk penulisan karya ilmiah yang sangat bermanfaat bagi komunitas akademis. Kelebihan dari tulisan ini adalah fokusnya kepada masalah etika, yaitu etika penulisan karya ilmiah.

selengkapnya...
 


Halaman 1 dari 4

PENGUNJUNG

Kami memiliki 17 Tamu online
Anda Berada Dihalaman  : Home Artikel dan Opini

PETA SITUS AKATIGA

sitemap Peta Situs Akatiga
akatiga