ARTIKEL DAN OPINI I MENGENAI PEDESAAN DAN AGRARIA
|
|
Kapitalisme dan Penghidupan Perempuan di Pedesaan Jawa Kontemporer |
|
|
|
Ditulis Oleh: Dede Mulyanto
|
|
Tulisan ini mengenai dampak kapitalisasi pedesaan yang dipergencar dalam Revolusi Hijau terhadap perempuan sebagai kategori sosial-ekonomi. Pertama-tama, tulisan ini mengulas sumber-sumber penghidupan dan saluran-saluran yang melaluinya perempuan masuk untuk memperoleh pendapatan bagi rumah tangganya.
Perempuan memegang hak atas kepemilikan lahan garapan dan bisa memasuki hubungan penguasaannya. Di kalangan buruh tani, buruh perempuan berkesempatan lebih rendah memasuki kerja-kerja upahan daripada
|
|
selengkapnya...
|
|
|
Berlangganan Sebagai Siasat Penghidupan di Pedesaan Jawa |
|
|
|
Ditulis Oleh: Dede Mulyanto
|
|
Pendahuluan
Salah satu gejala yang tampak hampir di semua saluran penghidupan adalah hubungan berlangganan. Langganan sendiri merupakan istilah yang mengakar dalam budaya dan praktik pertukaran di Jawa (Alexander dan Alexander 2004: 225). Di Wetankali, istilah langganan merujuk pada berbagai hubungan yang cukup luas cakupannya: mulai dari hubungan seorang pemilik warung dan tukang becak yang mengantarnya ke pasar setiap pagi; seorang pedagang pasar dengan bandar yang memasok dagangannya; atau rumah tangga petani dengan seorang pedagang pengangkut yang membeli kelapa dari pekarangannya.
Yang paling pokok dari hubungan berlangganan ini adalah bahwa hubungannya bersifat diadik dan timbal-balik meski salah satu di antaranya jelas-jelas lebih tinggi kedudukan atau kekayaannya. Berlangganan berbeda dengan kasus-kasus patronase, meski seringkali menunjukkan beberapa cirinya. Bila dalam patronase seorang tuan bisa mempunyai beberapa orang anak buah sekaligus dan sebaliknya seorang anak buah hanya boleh punya hubungan pengabdian dengan seorang tuan, maka dalam hubungan berlangganan, seseorang bisa menjalin lebih dari satu ikatan. Selain itu, dasar ikatan dalam berlangganan bukanlah pengabdian tapi tetap nilai tukar komoditi dalam jaringan pasarnya.
|
|
selengkapnya...
|
|
Perkembangan Mutakhir Pertanian Indonesia dan Agenda Pembangunan ke Depan |
|
|
|
Ditulis Oleh: Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih, M.Ec
|
|
KULIAH TAMU MENTERI PERTANIAN RI PROF. DR. IR. BUNGARAN SARAGIH, M.Ec. WIDYALOKA, 9 SEPTEMBER 2004 FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG,2004
Dengan susah payah, saat ini kita sudah berada pada tahun ke-lima setelah krisis multi-dimensi tahun 1998-1999. Setelah krisis khususnya pada (empat) tahun terakhir ini telah banyak kemajuan diberbagai bidang termasuk dalam bidang ekonomi yang berhasil kita capai. Meskipun harus diakui secara jujur masih banyak harus dibenahi ke depan. Setelah perekonomian kita mengalami kontraksi luar biasa (tumbuh negatif 13,13 persen) pada tahun 1998, secara bertahap kita sebagai bangsa telah berhasil membalikkan keadaan dari pertumbuhan negatif menjadi pertumbuhan positif sekitar 3-4 persen pertahun. Tidak hanya itu, kita juga berhasil memupuk cadangan devisa negara menjadi sekitar US $ 36 milyar pada awal tahun 2004 (tertinggi sepanjang sejarah), menstabilkan kurs rupiah dan mengelola suku bunga kredit menjadi kurang dari 15 persen pertahun (terendah sepanjang sejarah).
|
|
selengkapnya...
|
|
|
Permainan Judi di Pedesaan Jawa |
|
|
|
Ditulis Oleh: Dede Mulyanto dan Putut A. Saputro
|
|
Studi Kasus dari Sebuah Desa Tepi Jalan di Banyumas Jawa Tengah
Pendahuluan Artikel ini adalah tentang bentuk-bentuk permainan judi yang berlaku di dalam kehidupan masyarakat tani. Artikel ini merupakan bagian dari hasil penelitian lapangan dari Mei sampai Oktober 2007 di sebuah desa di Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian utama yang menaunginya berkenaan dengan dinamika kerja dan penghidupan rumah tangga pedesaan Jawa, khususnya desa pertanian sawah di tepi jalan raya lintas Jawa. Desa Wetankali yang diteliti berada tepi jalan lintas selatan Jawa yang menghubungkan Yogyakarta dan Cilacap.
Di Wetankali, lebih dari 74% lahannya adalah sawah dengan rata-rata luas kepemilikan oleh penduduk
|
|
selengkapnya...
|
|
Preman Kampung |
|
|
|
Ditulis Oleh: Dede Mulyanto dan Putut A. Saputro
|
|
Studi Kasus dari Sebuah Desa Tepi Jalan di Banyumas Jawa Tengah
Wong neng dhalan ra ngerti nek aku kaya ngene mas... ngertine ya aku ki preman... preman ra omah-omah...”
Pendahuluan Artikel ini merupakan bagian dari hasil penelitian lapangan dari Mei sampai Oktober 2007 di sebuah desa di Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian utama yang menaunginya berkenaan dengan dinamika kerja dan penghidupan rumah tangga pedesaan Jawa, khususnya desa pertanian sawah di tepi jalan raya lintas Jawa. Desa Wetankali yang diteliti berada tepi jalan lintas selatan Jawa yang menghubungkan Yogyakarta dan Cilacap.
|
|
selengkapnya...
|
|
|
|
|
|