AKATIGA

artikel
EKONOMI INFORMAL PERKOTAAN Cetak E-mail
Ditulis Oleh: Resmi Setia   

Berbagai kebijakan penanganan PKL yang dilakukan oleh pemerintah Kota Bandung, baik yang bersifat exclusion (penggusuran) maupun inclusion (tendanisasi), terbukti masih belum efektif mengatasi maraknya kegiatan perdagangan jalanan. Bahkan strategi yang dipilih, terutama penggusuran seringkali memunculkan persoalan lain, yaitu kerusuhan dan penurunan kualitas hidup.

Ketidakefektifan tersebut salah satunya terkait dengan persoalan praktis yaitu keterbatasan pemahaman pemerintah akan karakteristik dan tipologi PKL serta ketiadaan dokumentasi sistematis mengenai PKL. Sehingga berbagai kebijakan yang dibuat seringkali tidak didasari atas pemahaman yang tepat terhadap PKL dan cenderung mengabaikan kompleksitas permasalahan dan keterlibatan banyak aktor dalam kegiatan perdagangan kaki lima. Penelitian ini berupaya memberikan pemahaman tentang kebijakan penanganan PKL, karakteristik dan tipologi PKL serta organisasi PKL di Kota Bandung, dengan menjawab 3 pertanyaan:

  • Bagaimana arah kebijakan penanganan PKL di Kota Bandung dan dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan sosial PKL?
  • Apa karakteristik dan tipologi pedagang kaki lima di Kota Bandung? Bagaimana karakteristik ini mempengaruhi kebijakan penanganan PKL?
  • Bagaimana organisasi PKL berperan dalam menghadapi berbagai persoalan yang kerap dihadapi PKL, baik yang terkait dengan aparat pemerintah, preman, dsb?

Penelitian dilakukan di 10 konsentrasi PKL di Kota Bandung dengan mewawancarai 107 PKL  dan sejumlah pengurus organisasi PKL. Selengkapnya...

KOMENTAR
UNTUK MEMBERIKAN KOMENTAR, SILAHKAN LOGIN ATAU MENDAFTAR

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

PENGUNJUNG

Kami memiliki 24 Tamu online
Anda Berada Dihalaman  : Home Artikel dan Opini Usaha Kecil dan Sektor Informal EKONOMI INFORMAL PERKOTAAN

PETA SITUS AKATIGA

sitemap Peta Situs Akatiga
akatiga