Kebijakan Pengupahan yang Menggairahkan Investasi

tulisanasihIndrasari Tjandraningsih
Peneliti Perburuhan AKATIGA – Pusat Analisis Sosial, BANDUNG

Koran Tempo – 11 Februari 2012
Tahun 2012 kita masuki dengan rangkaian gejolak rakyat kecil yang menuntut dan mempertahankan haknya: buruh menuntut kenaikan upah minimum, petani menuntut lahan, pedagang kakilima  mempertahankan lapaknya. Gejolak ini secara jelas memperlihatkan dua kecenderungan yang semakin tajam. Pertama pengabaian Negara  terhadap kesejahteraan warganegara dan kedua pemihakan pemerintah terhadap pemilik modal.  Kedua kecenderungan  ini  paling jelas tampak dari rangkaian demonstrasi buruh menuntut kenaikan upah minimum.
Ironisnya peristiwa ini terjadi di saat secara makro Indonesia dinyatakan sebagai Negara yang amat diminati investor asing  dan peringkat investasinya dinyatakan terus membaik. Bagaimana menjelaskan ironi ini? Jawabannya ada pada kebijakan investasi yang  ketinggalan jaman  dengan menjual upah murah, di tengah tuntutan investor yang sudah jauh bergeser dari aspek upah upah murah ditambah dengan ketidaktegasan pemerintah terhadap peraturan-peraturannya sendiri. (selengkapnya)