Bupati Boyolali, Sri Moeljanto, mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) akan mengembangkan sistem informasi kemiskinan. Hal itu disampaikan Bupati pada acara lokakarya bertema Kelembagaan Lokal dan Pengentasan Kemiskinan yang diadakan oleh Konsorsium Akatiga, Kompip dan Leskap di Pendapa Kabupaten Boyolali, Selasa (4/7).

”Sistem informasi kemiskinan itu akan menjadi bagian dari program pembangunan sistem partisipatif yang akan dilaksanakan di Boyolali. Sistem informasi kemiskinan itu salah satunya akan dikembangkan dengan menempelkan stiker lima aspek kemiskinan di rumah warga. Dengan stiker itu pendataan akan bisa dilakukan dengan lebih mudah,” ujar Bupati, sebagaimana dikutip dalam siaran pers yang diterima Espos dari panitia, kemarin.

Selain itu, juga perlu adanya buku pada setiap rumah atau keluarga miskin sebagai catatan dari setiap unsur untuk mendeteksi dari keberadaan pendidikan, keadaan ekonomi, serta permasalahan yang ada pada setiap keluarga. Lebih lanjut Bupati mengakui masih adanya ego sektoral dalam upaya pengentasan kemiskinan di Boyolali. Satuan kerja (Satker) yang ada sebagian masih bekerja sendiri-sendiri.

”Karena itu, semua pihak perlu duduk bersama untuk merumuskan definisi kemiskinan dan merencanakan upaya pengentasannya. Sebetulnya yang dibutuhkan adalah kesepakatan semua pihak,” paparnya.

Sementara itu pembicara Yulia Indrawati Sari dari Akatiga menyatakan, seharusnya anggaran publik itu pro-pengentasan kemiskinan, pro-partisipasi dan pro-perempuan. Yulia juga mengingatkan perlunya sinergi berbagai pihak, sehingga bisa dicapai kesepahaman dalam rencana penanggulangan kemiskinan. Senada dengan Indrawati Sari, Direktur Kompip, Akbarudin Arif, mengemukakan perlunya mendukung langkah Bupati dengan memperkuat basis pendataan atau sistem informasi kemiskinan itu.