Karya : Astri Jayanti

 

Perkenalkan namaku Astri, terlahir dari keluarga yang sederhana memiliki empat saudara. Ayahku berprofesi sebagai petani sedangkan ibuku hanya seorang pedagang kecil. Penghasilan orang tuaku hanya pas-pasan untuk biaya hidup dan biaya sekolah, tapi aku sangat bersyukur kerena masih diberikan kesempatan untuk kuliah. Aku kuliah di Kota Medan mengambil jurusan pertanian, tidak ada alasan khusus kenapa aku memilih jurusan itu.

Awal mula masuk jurusan pertanian, tak jarang aku mendengar dari teman SMA ku berupa candaan seperti meremehkan jurusan yang aku ambil. Stigma negatif dari lingkunganku juga beranggapan bahwa “pertanian tidak akan membuatmu sukses” atau lebih tepatnya kamu akan jadi petani yang kerjanya hanya kesawah. Tapi aku tak ambil pusing selagi orang tuaku masih mendukungku.

Setalah menjalani beberapa semester, aku bercita-cita menjadi pengusaha di bidang pertanian. Aku banyak mengikuti kegiatan di bidang pertanian, salah satunya bergabung di UKM hidroponik. Karena menurutku hidroponik sedang booming saat ini. Aku sangat antusias mengikuti UKM ini, karena banyak sekali ilmu yang aku dapatkan. Apalagi aku hanya mahasiswa yang berasal dari kampung. Hal yang membuatku semakin semangat adalah ketika hasil hidroponik yang kami tanam kemudian dijual dan ternyata banyak sekali peminatnya. Alhamdulillah kami mendapatkan hasil walaupun keuntungan sedikit tapi rasanya cukup puas karena bisa merasakan hasil jerih payah sendiri.

Lambat laun semua tidak berjalan dengan lancar, sayur hidroponik yang kami budidaya sering sekali didatangi kutu putih bahkan banyak tanaman yang pertumbuhannya kerdil dan menguning. Yang membuat semangatku semakin menurun. Seperti itulah pertanian, bukan suatu hal yang menjanjikan melainkan suatu hal yang penuh dengan misteri. Bisa saja hari ini tanaman kita bagus eh taunya pas panen sudah dimakan hama.

Aku tidak tidak mudah putus asa. Aku selalu antusias untuk mengikuti pelatihan hidroponik dan bahkan aku menjadi salah satu orang yang terpilih melakukan magang di sebuah usaha hidroponik di medan selama satu bulan. Disana aku belajar banyak bagaimana budidaya hingga pemasaran sayur ke supermarket tidak hanya itu, aku juga sudah bisa meracik nutrisi hidroponik menurutku ini adalah pengalaman yang luar biasa. Sampai sekarang kami tidak pernah lagi membeli nutrisi hidroponik tapi kami sudah bisa membuatnya sendiri dan yang paling buat saya dan teman-teman senang adalah sayuran kami tumbuh dengan bagus. Omset yang kami hasilkan juga lumayan banyak. Setahun kemudian, banyak adik kelas yang bergabung menjadi anggota UKM hidroponik dan saya dipercaya menjadi koordinator untuk membimbing mereka.

Gambar kegiatan selama berhidroponik

 

Tapi aku tidak puas sampai disana. Ketika sedang kuliah lapang, aku melihat bunga dengan bentuk dan warna cukup menarik perhatianku, yang membuat pandanganku selalu tertuju kesana. Ku tanyakan pada temanku “itu bunga apa?” salah seorang dari mereka menjawab “itu bunga telang, bisa dikonsumsi. Jadi pewarna makanan atau minuman juga bisa” dan aku cukup tertarik mendengar hal itu.

Sejak saat itu aku mulai cari-cari info tentang bunga telang di internet bahkan di jurnal. Ternyata bunga telang ini memiliki manfaat yang cukup banyak. Aku langsung menceritakan kepada kedua temanku dan mengajak mereka untuk bergabung delam projek ini.

Pulang kuliah kami berkumpul dan mengumpulkan ide dalam pembuatan produk ini. Dan akhirnya kami sepakat membuat “Teh celup bunga Telang”. Ketika ide ini tercetus munculah masalah baru. Modalnya gimana? Uang jajan juga pas-pasan. Karena niat baik tidak bisa ditunda kami tetap lah menlanjutkan ide kreatif ini. Walaupun modal pinjam dari uang kas kelas dengan perjanjian satu bulan harus dilunaskan.

Ketika ide bertemu dengan modal. Tak perlu berlama-lama kami mulai bergerak merintis usaha kami dengan nama “AMERA” teh celup bungan telang. Amera di ambil dari nama kami (Astri, meri, dan adel). Tidak hanya sampai disana kami juga memperoleh kendala di peminjaman lab, alat-alat di lab cukup terbatas. Apalagi ketika harus antri peminjaman lab, kami sengaja meminjam lab pada malam hari supaya usaha kami ini tidak betrok dengan jadwal kuliah.

Pemasaran awal kami lakukan di sekitan kampus dan penjual satu bulan akhirnya kami bisa bayar hutang modal dari uang kas. Lama-kelamaan, ternyata ada beberapa orang dari luar kampus yang order produk kami. Rasanya senang banget karena usaha mulai jalan walaupun masih merangkak. Dari hasil penjualan teh celup, kami bisa mendapatkan uang jajan. yaaa walupun tak seberapa tapi ini sudah sangat membantu.

Produk kami ini mulai di dengar oleh pihak kampus. Kepala jurusan memanggil saya dan tim, dengan membawa kabar baik bahwa dalam waktu dekat akan dilaksanakan kegiatan expo dan beliau mau produk kami ada di acara expo tersebut. Jujur, kami gak menyangka kalau produk kami akan dipamerin di acara expo tahunan. Rasa bahagia campur aduk dengan sedih karena harus memikirkan modal untuk pameran. Tapi kami tetap optimis “setiap usaha pasti ada jalan”. Akhirna, uang hasil penjualan hidroponik dan bunga telang kami kumpulkan untuk modal di acara expo ini. Untuk acara pameran ini kami sangat exited sekali, sampai-sampai kami begadang supaya produk kami ini tidak mengecewakan. Karena di pagi hari kami juga harus kuliah.

Tibalah di hari H acara expo produk kami sudah dipajang dalam sebuah stan. Tak sampai satu jam teh kami sudah habis, betapa senang rasanya dan bersyukur ternyata banyak yang suka dengan produk kami. Setelah acara expo berlalu, ada beberapa customer yang menghubungi kami untuk order lagi dan kami tidak menyangka produk kami mulai dikenal oleh orang lain. Kami juga menjual bunga telang kering, ternyata ada juga yang berminat. Inilah yang membuat kami menjadi optimis bahwa usaha kami bisa maju.

Dalam dunia pertanian banyak sekali usaha yang bisa kita lakukan, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga buat produk dari pertanian. Modal tidak jadi halangan kalau kita mau berusaha, tuhan pasti memberikan jalan. Saya yakin tidak akan ada petani yang miskin jika dibarengi dengan kerja keras dan kerja cerdas. Saya mengajak anak muda semuanya, usaha di bidang pertanian itu luas kalian bisa ambil dari segi mana saja tidak usah ragu yang penting optimis. Mari kita sama-sama buktikan menjadi petani bukan hal yang malukan. Yang muda yang bertani, yang muda harus menjadi inspirasi.

Gambar kegiatan produk teh telang