Praktek kerja kontrak dan outsourcing buruh mulai muncul dan terus meluas sejak UU 13/2003 diberlakukan. Labour Market yang merupakan wujud dari konsep Labour Market Flexibility atau LMF yang diperlukan untuk melemaskan kekakuan peraturan ketenagakerjaan melalui kemudahan merekrut dan memecat buruh secara umum telah menguntungkan perusahaan akan tetapi dengan harga yang harus dibayar dengan memburuknya kesempatan kerja, kondisi kerja dan kesejahteraan buruh sekaligus. Hasil penelitian yang ditulis dalam buku ini menemukan berbagai pelanggaran terhadap UU dan peraturan-peraturan yang terkait dan terhadap lima konvensi ILO tentang hak dasar buruh: kebebasan berserikat, perundingan kolektif, persamaan renumerasi, perlindungan kekerasan dan anti diskriminasi. Penelitian ini mengungkapkan praktek pembedaan hak-hak buruh kontrak dan outsourcing dari buruh tetap, meskipun mereka melakukan jenis pekerjaan yang sama, dengan jam kerja yang sama dan di tempat kerja yang sama. Kondisi semacam itu menunjukkan bahwa kebijakan LMF atau pasar kerja fleksibel dalam konteks kondisi pasar tenaga kerja di Indonesia dan lemahnya penegakan hukum, perlu ditinjau ulang.

Penulis/ Editor: Yayasan AKATIGA
Jumlah halaman: 96
Tahun terbit: 2010