Soreang, Kab. Bandung. Bupati Bandung Dadang Supriatna menyambut dan mengapresiasi program Perempuan Bersuara Mengawasi JKN-KIS yang diluncurkan di Gedung Korpri, Soreang, Kabupaten Bandung (16/9). Dalam sambutannya Dadang mengatakan bahwa “Program ini merupakan salah satu inovasi dan bukti bahwa organisasi perempuan terus dapat berkontribusi terhadap kebaikan masyarakat.”

Ia juga menyampaikan bahwa perempuan berperan besar bukan hanya di dalam keluarga tapi juga dalam pembagunan daerah dan negara, termasuk dalam bidang kesehatan. “Program ini harus bisa menjembatani akses kesehatan perempuan di Kabupaten Bandung” ungkapnya.

Acara peluncuran tersebut juga disertai dengan penandatanganan MoU antara Fatayat Nahdlatul Ulama (Fatayat NU) cabang Kabupaten Bandung sebagai pelaksana program dan Pemerintah Kabupaten Bandung. Selain dihadiri langsung oleh Bupati, kepala dinas terkait dan direktur rumah sakit di Kabupaten Bandung, acara juga dihadiri oleh perwakilan dari Fatayat NU dari tingkat Kabupaten Bandung, Provinsi, dan Pusat. Hadir juga perwakilan dari Pusat Analisis Sosial AKATIGA sebagai inisiator dan pelaksana program ini.

Dalam sambutannya, Nurul Widyaningrum, Peneliti Senior dari AKATIGA menyampaikan bahwa “AKATIGA dan Fatayat NU melaksanakan program ini untuk memperluas jangkauan JKN sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat”.

Lebih lanjut Nurul menyampaikan bahwa untuk memperluas jangkauan JKN dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan, diperlukan kolaborasi antara berbagai pihak termasuk pemerintah dan organisasi masyarakat sipil.

Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Bandung Yayu Juariah dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini juga dapat membantu untuk memperkuat kemampuan para kader fatayat dalam memberikan layanan kepada masyarakat. “Akan ada kader-kader fatayat yang memiliki kapasitas yang dapat membantu warga miskin termasuk perempuan dan anak-anak” ungkap Yayu.

“Melalui program ini diharapkan akan ada peningkatan pelayanan kesehatan JKN-KIS bagi keluarga miskin, melalui pendampingan yang dilakukan kader Fatayat,” lanjutnya.

Program Perempuan Bersuara Mengawasi JKN-KIS merupakan program yang diinisiasi oleh AKATIGA dan dilaksanakan bersama Fatayat NU di delapan Kabupaten di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jambi, dan Maluku. Program ini didukung oleh Bank Dunia dan akan dilaksanakan selama empat tahun ke depan. [AM]